TO ADVERTISERS : ||| Untuk melihat UPDATE artikel terbaru dari blog ini, silahkan JOIN dengan blog kami... Melalui, ||| FACEBOOK PAGE ||| Atau juga bisa ||| IKUTI TWITTER ||| Kami, Salam Admin ||| AryandaShare ||| TERIMA KASIH

Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh, Aceh Barat

Klik Gambar Untuk Membacanya...

Sejarah Teuku Umar Johan Pahlawan

Klik Gambar Untuk Membacanya Sejarah Teuku Umar Johan Pahlawan...

SEJARAH CUT NYAK DIEN

Klik Gambar Untuk Membaca Sejarah Cut Nyak Dien...

Sejarah Kota Meulaboh, Aceh Barat

Klik Gambar Untuk Membaca Sejarah Kota Meulaboh, Aceh Barat...

Kelebihan Windows 8.1

Klik Gambar Untuk Membaca Kelebihan Windows 8.1...

Tampilkan postingan dengan label Question. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Question. Tampilkan semua postingan

Kenapa Perlu Menanam Buah Pare di Rumah?


Pare yang terasa pahit ternyata memiliki banyak keuntungan bagi kesehatan. Menurut the Memorial Sloan-Kettering Cancer Center, tanaman bercitarasa pahit ini biasa digunakan untuk mengobati atau mencegah kanker, infeksi, dan masalah pencernaan. 

Sumber lain mengatakan, pare juga bermanfaat untuk diabetes, cacingan, demam, bisul, disentri amuba, wasir danbronchitis. Bahkan, Profesor Lee Huang dari New York University mengatakan, salah satu kandungan pare mampu menekan penyebaran virus HIV/AIDS.

Bukan hanya buahnya, daun pare bahkan juga dapat bermanfaat. Daun pare tersebut mengandung zat pahit, minyak lemak, asam dammar, protein, besi, kalsium, fosfor, vitamin A, B1 dan C.

Rasanya, karena itulah, Anda tidak perlu menunggu lama lagi untuk segera menanam pare di pekarangan rumah Anda sendiri. Pare merupakan tanaman merambat yang cepat bertumbuh sehingga dapat dipanen dan dikonsumsi hanya dalam waktu relatif singkat.

Anda tertarik menanamnya di pekarangan Anda? Berikut ini beberapa tips bagi Anda yang ingin sesegera mungkin menanam pare di lahan rumah sendiri:
  • Waktu penanaman
    Ada baiknya Anda pastikan, bahwa waktu penanaman pare dilakukan dalam kondisi cuaca yang hangat, lembab, dan memiliki cukup cahaya matahari.
  • Persiapan tanah
    Pare dapat ditanam dengan memanfaatkan bijinya atau pencangkokan. Untuk menanam dengan biji, pertama-tama Anda cukup hanya melubangi tanah sedalam 1,5 cm. Selanjutnya, sebarkan dua atau tiga benih pare ke dalam lubang tersebut. Untuk hasil yang baik, cobalah merendam benih tersebut selama satu hari sebelum ditanam.
    Setelah menabur benih, sirami dengan air. Dalam dua atau tiga hari, benih akan mulai berkecambah. Setelah berbentuk kecambah, bibit pare ini dapat mulai dipindah.
    Setelah dipindahkan, perlu Anda pastikan jarak antarbibit sejauh 45 hingga 50 cm. Namun, saat pemindahan ini jangan sampai Anda “mengganggu” akar yang tengah tumbuh.
    Selain itu, selalu ingatlah, bahwa pare adalah tanaman merambat. Anda sebaiknya memberikan penyangga untuk tanaman tersebut.
  • Memelihara pare
    Pada dasarnya, pare tidak membutuhkan perhatian khusus. Anda hanya perlu menyiraminya secara teratur karena tanaman ini membutuhkan banyak air.
    Dalam waktu sebulan, bunga akan mulai tumbuh dan pare akan mulai berbuah dalam dua atau empat bulan berikutnya. Jangan lupa, gunakan pupuk urea pada tanah tempat Anda menanam pare ketika buah mulai terbentuk. Lanjutkan proses tersebut setiap dua minggu dan siram air setelah menambahkan pupuk.
    Sayangnya, pare sangat rentan terhadap hama dan penyakit tanaman. Untuk itu, periksalah tanaman Anda dari waktu ke waktu. Jika perlu, bungkus pare dengan koran ketika buahnya mulai tumbuh besar.
  • Memanen
    ika buah pare sudah mulai berwarna hijau muda dan bagian dalamnya sudah berwarna putih, pahit, dan berair, Anda sudah dapat memetik pare tersebut. Rata-rata, waktu panen adalah 3 sampai 4 bulan setelah penanaman.
  • Menanam kembali pare
    Untuk menanam kembali pohon pare, jangan habiskan semua pare yang telah Anda panen. Biarkan beberapa buah pare mengering dan gunakan biji berwarna putih dan coklat yang ada di dalam pare untuk menanam kembali.
Selamat bercocok tanam di rumah sendiri dan nikmati hasilnya!

Bagikan Ke :

Facebook Google+ Twitter

Bolehkah Berolahraga Setelah Makan?


Apa, kapan, dan bagaimana Anda makan akan mempengaruhi performa dan apa yang Anda rasakan selama berolahraga. Anda mungkin pernah merasakan sakit perut ketika Anda langsung berolahraga setelah selesai makan dalam porsi cukup besar. Tapi sebaliknya, kalau Anda tidak makan dulu sebelum berolahraga, Anda juga akan cepat merasa lelah dan kehabisan energi, sehingga performa latihan pun turun. Jadi, berapa lama sebenarnya jeda waktu setelah makan dengan mulai berolahraga yang ideal itu?

Jeda Antara Makan dan Latihan
Makan sebelum latihan memang dianjurkan. Hal ini dilakukan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi selama latihan. Namun, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Sesaat setelah Anda makan, makanan ini masih berada dalam perut Anda dan menunggu beberapa saat untuk dicerna. Otot perut Anda harus bekerja untuk membantu mencerna makanan. Otot-otot ini membutuhkan oksigen dari aliran darah.
Jadi, ketika Anda segera berlatih setelah makan, otot perut Anda harus bersaing mendapatkan oksigen dengan otot-otot lain (otot lengan, dada, kaki dan lainnya). Ketika otot perut Anda tidak mendapatkan oksigen yang cukup, makanan tadi tidak akan dicerna dengan baik. Asam laktat akan terakumulasi karena banyak pekerjaan otot perut Anda yang tidak terselesaikan. Hasilnya, Anda akan mengalami sakit perut.

Jadi, berapa lama harus Anda menunggu sebelum Anda memulai latihan setelah makan?
  • Hal ini tergantung dari berapa banyak Anda makan, apa yang Anda makan, dan jenis olahraga apa yang Anda inginkan serta seberapa tinggi intensitas latihan yang Anda lakukan.
  • Semakin banyak Anda mengonsumsi makanan berlemak dan berprotein, semakin lama pula Anda harus menunggu sebelum Anda memulai latihan. Sebagai contoh jika Anda makan cheese burger dan chocolate shake, Anda harus menunggu sekitar2-3 jam sebelum Anda mulai latihan.
  • Semakin berat jenis latihan Anda, semakin lama pula Anda harus memberi jeda sebelum latihan. Jika Anda akan berjalan kaki setelah makan, maka Anda tak perlu menunggu hingga beberapa jam.
  • Jika Anda mulai merasakan kram atau sakit perut ketika berlari setelah makan, berhentilah, dan tunggu 30 menit sebelum Anda mulai berlari lagi. Jika Anda masih kram setelah 30 menit, coba tunggu satu jam, dan seterusnya.
  • Jika Anda akan berlatih beban, maka Anda perlu makan sebelum latihan, dan sebaiknya diisi dengan makanan yang ringan seperti yogurt, oatmeal, atau energy bar. Sepotong buah atau selembar roti juga merupakan menu ringan yang baik dikonsumsi sebelum latihan.
Asupan nutrisi sebelum latihan sangat penting untuk menunjang latihan Anda. Akan tetapi, pastikan Anda perhatikan pengaturan makan sebelum berolahraga dengan baik, agar Anda tetap mendapatkan suplai energi yang cukup untuk berlatih, sekaligus menghindari ketidaknyamanan yang Anda rasakan sepanjang Anda berlatih.

Bagikan Ke :

Facebook Google+ Twitter