TO ADVERTISERS : ||| Untuk melihat UPDATE artikel terbaru dari blog ini, silahkan JOIN dengan blog kami... Melalui, ||| FACEBOOK PAGE ||| Atau juga bisa ||| IKUTI TWITTER ||| Kami, Salam Admin ||| AryandaShare ||| TERIMA KASIH

Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh, Aceh Barat

Klik Gambar Untuk Membacanya...

Sejarah Teuku Umar Johan Pahlawan

Klik Gambar Untuk Membacanya Sejarah Teuku Umar Johan Pahlawan...

SEJARAH CUT NYAK DIEN

Klik Gambar Untuk Membaca Sejarah Cut Nyak Dien...

Sejarah Kota Meulaboh, Aceh Barat

Klik Gambar Untuk Membaca Sejarah Kota Meulaboh, Aceh Barat...

Kelebihan Windows 8.1

Klik Gambar Untuk Membaca Kelebihan Windows 8.1...

Tampilkan postingan dengan label Eye. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eye. Tampilkan semua postingan

Sehat Dengan Mengonsumsi Sayuran

Sayur merupakan sumber vitamin dan mineral. Beberapa vitamin penting yang terkandung di dalam sayuran seperti vitamin A yang berasal dari karotin berguna untuk kesehatan mata. Lalu ada mineral penting, seperti zat besi yang berguna untuk menjaga kadar haemoglobin darah. Sayuran juga merupakan sumber serat yang amat dibutuhkan bagi pencernaan.

Kurang mengonsumsi sayuran dapat mengakibatkan kekurangan salah satu atau lebih vitamin dan mineral penting yang terkandung di dalamnya sehingga berdampak pada kesehatan anak. Seperti menyebabkan terganggunya kesehatan mata, munculnya gejala anemia seperti rasa letih, lesu, malas dan kurang konsentrasi akibat menurunnya kadar sel darah merah. Anak pun berpotensi mengalami susah buang air besar, sembelit dan daya tahan tubuhnya menurun.

Serat pada sayuran dibutuhkan untuk kelancaran pembuangan hasil ekskresi seperti pembuangan feses. Pembuangan yang tidak lancar--sehingga kotoran transit lama dalam usus--membuka risiko penimbunan racun yang dalam waktu lama dapat menyebabkan kanker. Ketidaksukaan anak akan sayur umumnya disebabkan beberapa hal:
  • Pengenalan sayuran pada anak yang sangat rendah/kurang.
  • Rasa dan aroma sayur itu sendiri yang kurang menyenangkan bagi anak.
  • Sayuran agak sulit dikunyah karena kandungan seratnya.
  • Minimnya kreativitas orangtua dalam mengolah sayuran menjadi sesuatu sajian yang menarik bagi anak. Selama ini umumnya orangtua hanya mengolah sayuran menjadi masakan yang ditumis atau dimasak berkuah. 
Lalu, bagaimana agar anak menyukai sayuran? Sebisa mungkin pilih sayuran dengan warna-warna yang menarik. Contoh, sayuran berwarna kuning, hijau, merah, dan ungu. Warna-warna tersebut selain menarik juga mempunyai pigmen khusus yang sangat baik untuk kesehatan. Cobalah mengolah sayuran tidak dengan cara biasa (seperti hanya ditumis atau direbus saja). Variasikan sayur menjadi camilan atau makanan kecil, seperti keripik bayam, pastel isi sayuran atau makaroni skutel.

Pemberian sayuran sudah bisa diperkenalkan sejak anak mulai mengonsumsi makanan padat. Caranya bisa dengan dijus kemudian disaring atau diblender lalu dicampur dalam makanan padatnya. Untuk anak 6-12 bulan, sayuran sebaiknya diberikan tanpa batang dan berikan dengan cara diblender atau dicacah. Memasuki usia balita, sayuran bisa dikonsumsi dalam bentuk lebih utuh. Misal, sayuran dipotong dalam irisan kecil lalu dibuat sup atau dicampurkan dalam bubur atau nasinya. Untuk si usia sekolah, sayur bisa disajikan dengan lebih leluasa. Bisa digoreng, disalad, dibuat gado-gado, karedok dimasak tumis, direbus atau dikukus. Sebenarnya hampir semua jenis sayuran dapat dikonsumsi oleh anak. Namun tetap harus diperhatikan penyajiannya.

Sayuran yang baik untuk anak-anak balita adalah sayuran yang berwarna oranye-kuning (karena kandungan beta karotennya tinggi), hijau tua (berkaitan dengan mineral terutama Fe/zat besi dan klorofilnya yang tinggi), ungu-merah-oranye (pigmen warna merah antaksantin dan likopen tinggi sebagai antioksidan serta kandungan mineral Fe, Mg dan vitamin B kompleksnya tinggi). Sedangkan beberapa sayuran yang sebaiknya tidak diberikan kepada anak adalah sayuran yang sifatnya bergas seperti kol, sawi pahit dan sayuran yang keras/alot seperti terong, lobak.

Sebelum diolah, jangan lupa untuk mencuci sayuran terlebih dulu, kemudian baru dipotong-potong setelah itu dimasak sebentar. Cara ini kecil kemungkinan membuat vitamin yang larut dalam air akan hilang. Sebaliknya pengolahan sayuran dengan memasaknya hingga matang dapat membuat semua vitaminnya hilang. Kebutuhan sayuran pada anak dalam satu hari adalah sebanyak 2 porsi dimana satu porsinya sekitar 100 gram. Takaran itu sama dengan semangkuk sayuran berkuah atau sekitar 2 ikat bayam. Tapi ingat pemilihan bahannya harus divariasikan. Dalam arti setiap hari usahakan sayuran yang disajikan pada anak berganti-ganti.

Bagikan Ke :

Facebook Google+ Twitter

Macam–Macam Penyakit Mata Dan Pencegahannya


Beberapa penyakit mata akut yang dapat menyebabkan kebutaan, sehingga dianggap penyakit berbahaya dan harus dihindari dengan menjaga kesehatan mata, dan juga ada beberapa yang dianggap penyakit mata ringan namun bisa berakibat fatal jika tidak segera diobati atau diperiksakan ke Dokter. Untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut tentunya menjaga kesehatan sangat penting dan menghindari hal-hal yang bisa merusak kesehatan.
Berikut macam-macam penyakit mata dan pencegahannya:

KATARAK
Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan gangguan penglihatan. Kebanyakan lensa agak keruh setelah usia 60 tahun. Sebagian besar penderita mengalami perubahan yang serupa pada kedua matanya, meskipun perubahan pada salah satu mata mungkinlebih buruk dibandingkan dengan mata yang lainnya.

Penyebab
Pada banyak kasus, penyebabnya tidak diketahui. Katarak bisa disebabkan oleh: cedera mata, penyakit metabolik (misalnya diabetes), atau obat-obat tertentu (misalnya kortikosteroid).

Faktor Risiko
Katarak biasanya terjadi pada usia lanjut dan bisa diturunkan. Pembentukan katarak dipercepatoleh faktor lingkungan, seperti merokok atau bahan beracun lainnya.

Patofisiologi
Semua sinar yang masuk ke mata harus terlebih dahulu melewati lensa. Karena itu setiap bagianlensa yang menghalangi, membelokkan atau menyebarkan sinar bisa menyebabkan gangguan penglihatan.Beratnya gangguan penglihatan tergantung kepada lokasi dan kematangan katarak. Katarak berkembang secara perlahan dan tidak menimbulkan nyeri disertai gangguan penglihatan yangmuncul secara bertahap.

Gejala dan Tanda
Keluhan yang sering dirasakan penderita adalah kurangnya penglihatan dan gambaran keruh pada mata. Gangguan penglihatan bisa berupa kesulitan melihat pada malam hari, melihatlingkaran di sekeliling cahaya atau cahaya terasa menyilaukan mata, penurunan ketajaman penglihatan (bahkan pada siang hari), sering berganti kaca mata, dan penglihatan ganda padasalah satu mata.

Pencegahan
Pencegahan utama adalah mengontrol penyakit yang berhubungan dengan katarak danmenghindari faktor-faktor yang mempercepat terbentuknya katarak.Menggunakan kaca mata hitam ketika berada di luar ruangan pada siang hari bisa mengurangi jumlah sinar ultraviolet yang masuk ke dalam mata. Berhenti merokok juga bisa mengurangirisiko terjadinya katarak.

Pengobatan
Satu-satunya pengobatan untuk katarak adalah pembedahan. Pembedahan dilakukan jika penderita tidak dapat melihat dengan baik dengan bantuan kaca mata untuk melakukankegiatannya sehari-hari. Beberapa penderita mungkin merasa penglihatannya lebih baik hanyadengan mengganti kaca matanya, menggunakan kaca mata bifokus yang lebih kuat ataumenggunakan lensa pembesar. Jika katarak tidak mengganggu biasanya tidak perlu dilakukan pembedahan.Operasi katarak sering dilakukan dan biasanya aman. Setelah pembedahan jarang sekali terjadiinfeksi atau perdarahan pada mata yang bisa menyebabkan gangguan penglihatan yang serius.Untuk mencegah infeksi, mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan, selama beberapa minggu setelah pembedahan diberikan tetes mata atau salep.Untuk melindungi mata dari cedera, penderita sebaiknya menggunakan kaca mata atau pelindungmata yang terbuat dari logam sampai luka pembedahan benar-benar sembuh.

HORDEOLUM
Hordeoulum adalah suatu infeksi pada satu atau beberapa kelenjar di tepi atau di bawah kelopak mata. Bisa terbentuk lebih dari 1 hordeolum pada saat yang bersamaan dan biasanya timbuldalam beberapa hari dan bisa sembuh secara spontan.

Penyebab
Bakteri dari kulit (biasanya disebabkan oleh bakteri stafilokokus).

Faktor Risiko
Higiene mata yang kurang terjaga.

Gejala dan Tanda
Hordeolum biasanya berawal sebagai kemerahan, nyeri bila ditekan dan nyeri pada tepi kelopak mata. Mata mungkin berair, peka terhadap cahaya terang dan penderita merasa ada sesuatudimatanya.Biasanya hanya sebagian kecil daerah kelopak yang membengkak, meskipun kadang seluruhkelopak membengkak. Di tengah daerah yang membengkak seringkali terlihat bintik kecil yang berwarna kekuningan. Bisa terbentuk abses (kantong nanah) yang cenderung pecah danmelepaskan sejumlah nanah.

Pencegahan
Selalu mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh kulit di sekitar mata. Selain itu bersihkan minyak yang berlebihan di tepi kelopak mata secara perlahan.

Pengobatan
Hordeolum bisa diobati dengan kompres hangat selama 10 menit sebanyak 4 kali/hari. Janganmencoba memecahkan hordeolum, biarkan pecah sendiri.Krim antibiotik kadang digunakan untuk hordeolum yang berulang atau menetap (yangdisebabkan oleh bakteri). Hordeolum interna adalah hordeolum yang terbentuk pada kelenjar yang lebih dalam. gejalanya lebih berat dan jarang pecah sendiri, karena itu biasanya dokter akanmenyayatnya supaya nanah keluar.

EKSOFTALMUS
Eksoftalmus adalah penonjolan abnormal pada salah satu atau kedua bola mata.

Penyebab
Eksoftalmus bisa disebabkan oleh penyakit tiroid; terutama penyakit grave (jaringan di dalamrongga mata membengkak dan terdapat endapan yang mendorong mata ke depan), perdarahan di belakang mata, peradangan di dalam rongga mata, tumor jinak maupun ganas di dalam ronggamata dan di belakang bola mata, pseudotumor, trombosis sinus kavernosus, dan malformasiarteriovenosa.

Gejala dan Tanda
Salah satu atau kedua bola mata tampak menonjol.

Pengobatan
Pengobatan tergantung kepada penyebabnya, jika terdapat kelaian antara arteri dan vena makadilakukan pembedahan. Jika penyebabnya adalah hipertiroidisme (terlalu banyak hormon tiroid)maka dilakukan pengobatan terhadap hipertiroidisme. Untuk menghilangkan penekanan terhadapsaraf optikus diberikan kortikosteroid per-oral (melalui mulut), terapi penyinaran lokal atau pembedahan.Jika kelopak mata tidak dapat menutupi bola mata yang menonjol, mungkin perlu dilakukan pembedahan kelopak mata untuk membantu melindungi kornea terhadap kekeringan dan infeksi.Untuk mengatasi pseudotumor dan pembengkakan bisa diberikan kortikosteroid. Jika tumor membahayakan mata karena mendorongnya keluar, maka dilakukan pembedahan untuk mengangkat tumor.

Bagikan Ke :

Facebook Google+ Twitter